NAMA KARAKTER: Jo Sang (趙常)
TANGGAL LAHIR: 13 Maret
USIA: 29 Tahun
PEKERJAAN: Penulis sastra & sejarah
KLAIM WAJAH: Kim Myungsoo / L INFINITE
KEPRIBADIAN:
⠀⠀Orang-orang mengatakan bahwa ia adalah sosok yang berwibawa dan penuh tanggung jawab. Meskipun ia dibesarkan dalam lingkungan yang penuh disiplin, Jo Sang bukan pribadi yang terlalu kaku. Ia memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai situasi dan tetap tenang di bawah tekanan.
⠀⠀Didoktrin sejak kecil, sebagai anak laki-laki dirinya jarang menunjukkan kesedihan atau emosinya secara terang-terangan. Ia cenderung memendam perasaan dan hanya menunjukkan sisi baiknya kepada orang lain. Pentingnya menjaga martabat dan kehormatan keluarga, sering kali membuatnya menutupi kegelisahan dan kesedihan dengan senyum dan sikap ramah.
⠀⠀Walaupun acapkali menyembunyikan emosinya, Sang memiliki jiwa yang empatik dan perhatian terhadap orang-orang yang dekat dengannya. Dia selalu siap memberikan dukungan pun (terkadang) nasihat bijak kepada orang-orang terdekatnya. Selain itu, si pemuda memiliki selera humor yang halus dan senang berbagi cerita-cerita lucu untuk meringankan suasana, menunjukkan sisi lain dari dirinya yang hangat dan menyenangkan.
⠀⠀Kepribadian Jo Sang yang tenang membuatnya mampu menghadapi berbagai tantangan dengan kepala dingin. Dia tidak mudah terpengaruh oleh situasi emosional di sekitarnya dan selalu berusaha mencari solusi terbaik dengan mempertimbangkan semua aspek yang ada.
⠀⠀Berkat sikapnya yang selalu menjaga keseimbangan antara formalitas dan kehangatan pribadi, Sang mampu memiliki jaringan sosial yang kuat dan hubungan yang baik dengan banyak orang.
LATAR BELAKANG:
⠀⠀13 Maret, suara tangis bayi yang pecah di kediaman keluarga Jo membawa kehangatan pada malam di penghujung musim dingin itu. Kelahirannya disambut sukacita oleh seluruh penghuni rumah, terutama sang kepala keluarga, Tuan Jo Byungho.
⠀⠀Nama singkat dengan tanggung jawab besar dibebankan pada pundak bayi mungil tersebut. Sang (常), yang berarti “terus menerus” atau “berkelanjutan” disematkan pada bayi laki-laki itu dengan harapan besar bahwa dia akan mampu meneruskan garis keturunan keluarga dan menjaga kehormatan serta kejayaan yang telah dibangun oleh leluhurnya. Sebagai anak sulung laki-laki dari keluarga bangsawan Pungyang Jo yang terhormat, Sang tentu tidak berhak melontar banyak protes atas tanggung jawab dan harapan yang dilimpahkan padanya, bukan?
⠀⠀Sedari kecil, Jo Sang telah dibesarkan dalam lingkungan yang penuh dengan disiplin dan nilai-nilai konfusianisme yang ketat, belajar dari tempat dan guru terbaik yang bisa didapatkan, selalu menyiapkan dirinya untuk masa depan yang menjanjikan. Hal ini bukan hal aneh mengingat bahwa Ayahnya sendiri, Jo Byung-ho, cukup berpengaruh di kerajaan. Berkat usaha serta kerja kerasnya, saat ini Jo Byungho memegang jabatan sebagai salah satu Menteri di Dewan Negara.
⠀⠀Namun, kehidupan di rumah tidak selalu seideal yang tampak di luar. Selain tinggal bersama ayah dan ibunya, Tuan Muda Jo juga hidup bersama seorang selir ayahnya, Nyonya Yeongsuk, yang keberadaannya selalu dirahasiakan dari pihak luar.
⠀⠀Awalnya tidak ada yang aneh. Kehidupannya terbilang normal sebagai tuan muda dari kelas yangban. Hingga tiba kelahiran adik laki-lakinya yang berusia 17 tahun lebih muda, menjadi pusat perhatian baru dalam keluarga. Sejak kelahiran adiknya, Jo Sang mulai merasakan perubahan sikap dari ibunya. Sang ibu yang sebelumnya penuh kasih dan perhatian, kini tampak sinis dan cenderung menelantarkan Jo Sang. Perhatian ibunya yang sepenuhnya tertuju pada adik laki-lakinya agak membuat Jo Sang merasa diabaikan dan terpinggirkan.
⠀⠀Di saat ini, Nyonya Yeongsuk bagai sengaja hadir sebagai sosok “pengganti” ibunya. Beliau seringkali menunjukkan perhatian kepada Sang, seperti menyajikan makanan favorit si Tuan Muda secara pribadi, meskipun sudah ada pelayan yang melakukannya. Sang pun menjadi lebih sering menangkap bahwa Nyonya Yeongsuk mengawasi setiap pergerakannya. Selir ayahnya tersebut juga acapkali memberikan saran yang tidak diminta tentang berbagai hal dalam kehidupan Sang.
⠀⠀Perhatian ini, pada awalnya diterima baik oleh Tuan Muda yang bagai kehilangan seluruh perhatian sejak kelahiran adiknya. Namun, lambat laun Sang merasa tidak nyaman dan mulai melihat Nyonya Yeongsuk sebagai sosok yang aneh dan mencurigakan.
⠀⠀Terlepas dari segala keadaan di rumah, Jo Sang tetap berusaha untuk memenuhi harapan tinggi yang diletakkan di pundaknya. Pemuda itu menunjukkan bakat luar biasa dalam bidang akademis dan akhirnya bekerja sebagai seorang “집현전 학사” (Jiphyeonjeon Haksa), sarjana di Hall of Worthies. Posisi bergengsi ini melibatkan penelitian serta penulisan karya-karya akademis dan literatur penting bagi kerajaan.
⠀⠀Dalam pekerjaannya, Jo Sang tidak hanya menunjukkan keahlian literer yang mendalam tetapi juga dedikasi yang tinggi terhadap tugas-tugasnya, mencerminkan harapan keluarganya untuk terus menjaga dan mengembangkan kejayaan keluarga.
⠀⠀Namun, kabar Nyonya Yeongsuk yang berusaha mendekati Sang akhirnya sampai pada telinga sang ayah. Ayahnya marah besar, entah atas alasan apa. Tuan Muda Jo itu kemudian dijodohkan dengan seorang putri dari keluarga Min. Di usianya yang ke-22, Sang menikah dengan Min Soo-ah yang usianya terpaut 4 tahun di bawahnya.
⠀⠀Lagi, Sang hanya dapat menurut, pindah ke kediaman terpisah yang telah disediakan oleh ayahnya dan memulai kehidupan baru bersama istrinya.
⠀⠀Sayang, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Soo-ah menderita sakit parah, dan Jo Sang akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya untuk lebih fokus merawat serta menemani Soo-ah. Keputusan ini bukan hal yang mudah, mengingat posisi dan tanggung jawab yang ditinggalkan. Namun, tanggung jawabnya sebagai suami serta perasaan yang mulai tumbuh membuat Sang mengambil langkah besar tersebut.
⠀⠀Meski ditemani dan dibantu beberapa pelayan, Sang merawat Min Soo-ah dengan penuh kasih, berharap salah satu tabib atau keajaiban akan mampu menyembuhkan istrinya. Sayangnya, tidak sampai dua tahun usia pernikahannya, Soo-ah meninggal dunia. Kepergian istrinya meninggalkan luka mendalam pada Sang yang merasa gagal.
⠀⠀Setelah kematian istrinya, Tuan Muda Jo belum berniat kembali bekerja di pemerintahan. Dia merasa bahwa tugas dan tanggung jawabnya di kerajaan tidak lagi sejalan dengan apa yang ia rasakan dalam hatinya. Sebaliknya, Sang memilih untuk mengisi waktunya dengan menulis karya sastra dan sejarah. Menjadi penulis memberinya kesempatan untuk mengekspresikan pemikiran dan perasaannya melalui tulisan, sesuatu yang selalu dia cintai tetapi tidak pernah memiliki cukup waktu untuk melakukannya secara penuh.
⠀⠀Dalam karyanya, Sang menulis dengan gaya yang mencerminkan kecerdasannya, ketajaman observasi, serta kedalaman emosionalnya. Dengan segala kompleksitas, Jo Sang berhasil menemukan cara baru untuk meneruskan warisan keluarganya. Melalui tulisannya, dia tidak hanya menjaga nama baik keluarga Pungyang Jo tetapi berharap pula meninggalkan jejak yang akan abadi dalam sejarah sastra dan budaya Joseon.
⠀⠀Jo Sang akan tetap hidup sesuai dengan arti namanya—terus menerus dan berkelanjutan, berusaha menjaga warisan keluarga seraya menciptakan warisannya sendiri.
INFORMASI TAMBAHAN:
- Nama “Sang” (常) dipilih oleh keluarganya dengan harapan bahwa dia akan meneruskan garis keturunan keluarga dan menjaga kehormatan serta kejayaan Pungyang Jo.
- Sejak kecil, Sang menunjukkan minat yang mendalam dalam sastra, yang kemudian menjadi inspirasi utama dalam kariernya sebagai penulis.
- Sebelum mengundurkan diri, Jo Sang bekerja sebagai seorang "집현전 학사" (Jiphyeonjeon Haksa), sarjana di Hall of Worthies.
- Sang pernah menikah dengan Min Soo-ah dari keluarga Min. Soo-ah jatuh sakit dan meninggal dunia tanpa memiliki anak.
- Setelah kehilangan istrinya, menulis menjadi caranya untuk mengekspresikan perasaan dan pikirannya, sekaligus menjadi terapi untuk mengatasi kesedihannya.
- Meskipun perbedaan usia mereka cukup besar, Sang memiliki hubungan yang hangat dan dekat dengan adik laki-lakinya.
- Sang sering berkeliling di kota untuk mencari inspirasi karyanya.
