️️
LIVE: READ HERE.
️️
_________________________________________
️️
Telah lama berpisah sementara dengan panggung peragaan busana, tekad untuk kembali menyatukan diri kian membara usai dapati berita perekrutan peragawan dan peragawati dari JENTLE House.
️️
Tak heran bilamana eksistensinya kini turut padati lokasi audisi, begitu pula dengan deretan peragawan dan peragawati berbakat lainnya. Air wajah si tuan tampak percaya diri meski cemas sempat singgah sejenak.
️️
Suatu kehormatan untuk dapat berjumpa dengan para juri ternama yang pula jadi panutan. Usai simak jabaran ketentuan, seluruh calon peragawan dan peragawati diberi aba-aba untuk mewujudkan tetapan yang telah diuraikan.
️️
Pada sesi pertama, mereka diimbau untuk mengenakan busana simpel yang disusul dengan perkenalan diri. Berbekal riasan ringan dan percaya diri, Yada hanya akan mengikuti audisi dengan sepenuh hati.
️️
Sekian menit selepas dirinya bersiap, sebuah panggilan sontak membuat raga si tuan terkesiap. Seruan tersebut tak lain berasal dari seorang kru yang sejak tadi disibukkan dengan hiruk-pikuk lokasi.
️️
Cergas tungkai jenjang menjejak ruang audisi hingga kembali berjumpa dengan para juri. Beberapa berkas yang sebelumnya bertengger pada genggaman lantas dialihkan kepada dua sosok yang disegani.
️️
Kini tubuh bagian atasnya tengah dibalut kaus hitam polos berbahan katun, sedang yang bawah terbalut celana denim dan sepatu kets putih. Bulan sabit yang terukir pada paras pun lamat-lamat menganga ‘tuk melempar sapa.
️️
[ Gambar: BASIC LOOKS ]
️️
“Good day, Miss Fang and Miss Harvard. My name is Yada Wangkawa, you can call me Yada. I’m from Surabaya, and this October I’ll turn to twenty-eight years old. My current activities are being a member of a self-produced boygroup called PITULAS, also being a freelance model. Talking about uniqueness, there are so many meanings about it. It could be my best feature or my skill. Let me explain mine from both sides. My best feature is my monolid eyes which encourages the natural beauty as a part of who I am. So, I choose to embrace it. Other than that, my uniqueness can also be seen on my expression while on stage. I’m good at controlling my face and the stage energy because it depends on what I wear and what to show. So much from me, thank you.”
️️
Dirasa puas dengan sesi perkenalan diri, Yada dipersilakan menuju ruang ganti untuk menukar busana miliknya dengan busana yang telah disediakan oleh pihak JENTLE House.
️️
Pada sesi kedua, ia sengaja memilih busana bernuansa nyentrik. Dibubuhkan pula riasan tambahan pada roman dengan harap tampak kian menawan. Tentunya, agar suasana hati mantap dan terlihat maksimal ketika unjuk kebolehan.
️️
Usai terima instruksi, eksistensinya kembali hadir di hadapan para juri. Dua cagak milik Yada kembali jejaki arena bak telah menghempas gugup yang sempat mengusik fokus.
️️
[ Gambar: WALK BEFORE POSE ]
️️
Raga yang bagian paling luarnya terbalut 𝙎𝙝𝙞𝙣𝙚 𝙩𝙝𝙚 𝘿𝙖𝙮 𝙇𝙤𝙣𝙜 𝘾𝙤𝙖𝙩 sukses diantarkan oleh langkah santai nan konsisten milik si tuan.
️️
[ Gambar: SHINE THE DAY LONG COAT ]
️️
Mantel panjang berwarna kuning pucat ini miliki sentuhan manis pada desain saku di kedua sisi, pula bubuhan sabuk pengait pada salah satu sisinya. Kancing berwarna putih tulang tak lupa melengkapi meski mantel menjuntai.
️️
Tak hanya itu, tubuh bagian atasnya jua dibalut oleh 𝘽𝙪𝙧𝙣𝙞𝙣𝙜 𝙍𝙚𝙙 𝙇𝙤𝙣𝙜 𝙎𝙝𝙞𝙧𝙩 dengan desain berbentuk V di bagian leher. Bahan kain yang dapat menyesuaikan bentuk tubuh jua menambah daya tarik si tuan.
️️
[ Gambar: BURNING RED LONG SHIRT ]
️️
Warna merah cerah pada kaus berlengan tanggung ini diduga bertugas menyeimbangkan warna ringan milik si mantel panjang. Tak heran bilamana auranya tampak menggebu sebab mode eksentrik telah menjadi makanan sehari-hari.
️️
Arena audisi telah disisir oleh si empunya langkah, lantas terhenti sejenak ia ketika dirasa telah mencapai penghujungnya.
️️
Jemari lengan kanan disisipkan pada saku celana, kemudian berposelah ia di sana.
️️
[ Gambar: POSE ]
️️
Tatapan masih lurus ke depan seolah menarget mangsa, begitu pula dengan mimik wajah yang masih menguasai pembawaannya dalam mempresentasikan busana. Pose-pose itu jauh dari kata berlebihan, namun tetap membekas.
️️
Dua cagak yang sedikit demi sedikit bergerak sebagai bagian dari pose andalan kini tengah menampilkan 𝙂𝙧𝙚𝙮 𝙎𝙠𝙮 𝙇𝙤𝙣𝙜 𝙋𝙖𝙣𝙩𝙨 𝙬𝙞𝙩𝙝 𝘽𝙚𝙡𝙩.
️️
[ Gambar: GREY SKY LONG PANTS WITH BELT ]
️️
Bahan kain dril membuat celana ini tak mudah kusut dan nyaman dikenakan. Warna abu-abu gelapnya jua menetralkan warna-warna cerah pada setelan lain hingga menciptakan satu kesatuan 𝘰𝘶𝘵𝘧𝘪𝘵 yang memukau.
️️
Sabuk tipis dengan warna yang sama pula melingkar pada pinggang si tuan. Meski hanya disebut sebagai pelengkap, benda pipih memanjang ini berhasil disorot jelas oleh setiap mata yang menaruh minat.
️️
Kurang dari sepuluh sekon dilalui, tapak kaki berbalut 𝘽𝙖𝙘𝙠 𝙩𝙤 𝙊𝙡𝙙 𝙎𝙘𝙝𝙤𝙤𝙡 𝙎𝙝𝙤𝙚𝙨 lantas membawa raga berputar searah jarum jam untuk kembali melangkah ke titik awal ia berdiri.
️️
[ Gambar: BACK TO OLD SCHOOL SHOES ]
️️
Dibuat dari bahan kulit premium, sepatu pantofel berwarna hitam ini miliki aksesori tambahan yang melintasi punggung kaki. Sol krep dengan sisipan tumit jua menjadikannya serbaguna, nyaman, dan bagus ketika dikenakan.
️️
Setiap pijakan diambil tanpa tergesa-gesa, iramanya tetap konstan seperti yang sudah-sudah. Mimik masih diatur sedemikian rupa meski yang kini terlihat hanyalah punggung si tuan, bahkan hingga ia mencapai titik tujuan.
️️
[ Gambar: WALK AFTER POSE ]
️️
“𝘎𝘰𝘰𝘥 𝘫𝘰𝘣,” batinnya.
️️
Perasaan lega merasuk tepat ketika ucapan penutup dilontarkan oleh para juri. Raga lantas sedikit membungkuk bersamaan dengan ucapan terima kasih yang keluar dari belahan bibirnya.
️️
Meski sesi audisi ia sudahi sesuai rencana, doa masih dirapal ketika ia meninggalkan ruang audisi selepas menukar pakaiannya kembali.
️️
Selesai.