Menginjak hari kesekian pasca berita perihal pencarian bakat di bidang modelling berhasil ia terima, putra tunggal Wangkawa menggenggam kuat tekad untuk menguji kemampuannya dengan menghadiri sesi casting “In My Youth” hari ini.
Gugup tak tertakar seketika menyelimuti benak yang seharusnya dipenuhi oleh kepercayaan diri. Namun, berkat beberapa teguk air mineral dan doa mandiri, pria asal negeri tirai bambu itu mampu kendalikan diri.
Mengemban nomor urut delapan, Yada ambil posisi sembari tunggu giliran hingga namanya disebut untuk unjuk kebolehan.
“Yada Wangkawa, dua puluh empat tahun.” Pantulan pelantang suara yang tersebar ke seluruh ruangan mengundang sang teruna untuk segera terkesiap.
Sepersekian sekon usai ia dipanggil, dentum melodi mulai menggantikan gema suara mikrofon. Yada membiarkan tubuhnya yang tengah terbalut outfit andalan berdiri di ujung panggung sebelum memulai aksi.

Pada kesempatan ini, tuan berdarah Tiongkok itu memilih pakaian yang benar-benar menunjukkan salah satu sisi yang ada dalam dirinya, yakni penggunaan warna yang berani namun masih berada dalam garis wajar. Sama halnya dengan kalimat “In My Youth”, Yada hendak mengekspresikan jiwa generasi muda yang cenderung berani mencoba hal baru namun dapat memperoleh makna positif dari hal tersebut.
Kini, tubuh tegapnya jajaki panggung, ia letakkan jemari pada salah satu sisi saku celana bak tengah pamerkan Brown Sport Tank Top dari brand internasional, “PHIPPS”, yang tengah temani jaket mengkilapnya.

Selain miliki desain khas milik “PHIPPS”, tank top berwarna cokelat itu dibentuk menggunakan materi katun yang mudah serap keringat, sehingga sang teruna tak perlu ragu kenakan jaket sebagai pelengkap.
Tatapannya kian tajam, namun perawakan tetap santai. Tungkai jenjang Yada menyisir panggung sembari pamerkan Metallic Brownish Jacket dari “Vivienne Westwood”, salah satu perancang busana ternama asal Inggris.

Jika dilihat dari sudut pandang para hadirin, Metallic Brownish Jacket miliki dua buah saku pada sisi kiri dan satu buah saku pada sisi kanan. Pola garis cokelat kemerahan yang membentang dari atas ke bawah jua empat buah kancing pada ujung masing-masing lengan turut hiasi jaket mengkilap tersebut dengan manis.
Mungkin kesempatan ini ialah kali pertamanya unjuk diri sebagai peragawan, namun kedua ujung ranum putra tunggal Wangkawa sedikit terangkat tanda lamat-lamat kepercayaan diri meningkat.
Dua cagak sang teruna terhenti pada sebuah titik yang diyakini ialah penghujung panggung. Tubuh gagah sang wira sedikit menghadap ke sisi kiri panggung, kemudian ia pindahkan salah satu tungkainya secara perlahan guna mengajak para hadirin untuk menitikkan fokus pada bawahan yang tengah ia kenakan.
Sorot mata bergulir ke bawah, Yada mengenakan setelan Knee-Length Denim Shorts dari salah satu brand yang amat dikenal oleh kalangan anak muda, yakni “Off-White”. Warna pucat dari denim tersebut dipadu bersama jaket jua tank top berwarna gelap dengan harapan tampak sepadan dan saling melengkapi.

Tak sampai di situ, tampak menonjol tapak tarsal milik pemuda keturunan terakhir dari keluarga Wangkawa itu terbalut oleh sepatu yang diproduksi oleh salah satu brand yang telah mendunia, yakni “Nike”. Melangkah di atas Nike Dunk Low Brazil berhasil membuat Yada tampak modis, ditambah kaus kaki dengan corak beragam warna pastel sebagai pendamping.

Sama seperti julukannya, sepatu keluaran tahun 2020 ini merupakan remaster dari katalog sepatu yang sebelumnya telah dirilis pada tahun 2001 dengan memberi penghormatan kepada warna-warna cerah dari bendera Brasil, yakni hijau dan kuning.
Paras tampan wira kelahiran tahun 1997 itu jua dilengkapi dengan beberapa sentuhan riasan, sebanding dengan berbagai produk branded yang tengah ia presentasikan.
Rampung tilik outfit dari atas hingga bawah, rasanya tak afdal tanpa keberadaan pernak-pernik. Maka dari itu, jangan lupakan Metal Link Necklace dari “ZARA” yang tengah bertengger pada tengkuk sang teruna, sebab eksistensinya berperan penting dalam memperindah leher kosong milik Yada.

Metal Link Necklace dibentuk dari delapan puluh persen besi dan dua puluh persen seng, namun tak perlu khawatir sebab “ZARA” telah mengembangkan program Daftar Inditex yang membantu jaminan proses produksi senantiasa bersih, aman, dan sehat.
Selepas dirasa puas memperagakan berbagai pose yang tak berlebihan namun tetap memukau, sang teruna memutar tubuhnya kembali melawan arah jarum jam.
Walau kini hanya tubuh bagian belakangnya yang terlihat, namun bahasa tubuh pemuda berusia dua puluh empat tahun itu tak mampu memutarbalikkan fakta bahwa berjalan di atas panggung sebagai peragawan merupakan mimpi terbesar dan kesempatan yang berharga baginya.

Usai pamerkan busana andalan jua unjuk kebolehan, Yada melangkahkan sepasang tungkai jenjangnya kembali menuju belakang panggung. Satu-satunya hal yang kini tengah penuhi benak hanyalah harap atas kesempatan ini dapat dijadikan acuan bagi sang teruna untuk mengembangkan diri jua menjadi bagian dari empat belas model beruntung pilihan “In My Youth”.
Selesai.