Dominic, anak laki-laki yang bisa dibilang sebagai ‘Anak keajaiban’ ini selain memiliki bakat dari lahir dengan kejeniusannya ia juga memiliki kehidupan sempurna hampir mendatanginya, keluarga yang utuh, kehangatan antar anggota keluarga seperti ayah,ibu, dan satu adik semata wayangnya. Sudah lebih dari cukup.
Sesekali berpikir kenapa hidupnya terasa berjalan begitu sempurna, hingga rasanya tak pernah sekalipun terpikirkan akan badai yang bisa saja datang kapanpun.
Hingga hari itu datang, dimana kiamat rasanya datang sekejap mata. Adik semata wayangnya menghilang tanpa jejak, bertahun- tahun lamanya ia mencari tak membuahkan apapun. Hingga suasana rumah yang semula hangat menjadi mencekam.
Kedua orang tua mereka sering bertengkar, bahkan sang ayah pun pergi dari rumah meninggalkan ibu dan dirinya disana. Dominic hidup dengan sang Ibunda di jalan yang begitu dingin, hingga suatu hari ia mendapatkan bahwasanya sang Ibu mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat.
Sendirian? Lagi? Kenapa kemalangan selalu datang beruntun padanya?
Memori akan kedua orang tuanya membuat ia tersadar bahwa ada yang tidak beres dengan kedua orang tuanya, ia pun mencoba mencari tahu mengenai identitas kedua orang tuanya dan kepahitan lain nyatanya selama ini identitas kedua orang tuanya dipalsukan. Kebohongan apalagi? Fakta bahwa kedua orang tuanya tidak pernah ada?
Hingga beberapa petunjuk membawanya pada satu benang merah, tas kerja yang terakhir kali dibawa sang ibunda berisikan satu buah polaroid juga pita rambut milik adiknya yang menghilang.
Foto polaroid itu berisikan foto seorang gadis dengan rambut berwarna hitam, jelas bukan adiknya. Tapi pita yang di kenakan wanita di dalam foto itu…. Adalah milik adiknya.
Sekarang Dominic tahu kemana ia harus pergi, dan apa tujuan dari hidupnya. Banyak hal yang harus ia lakukan dimulai dari kembali mencari sang adik dan penyebab kematian ibunya yang janggal. Tak lupa dengan kepergian sang ayah.
——————
EPILOGUE.
Kedua orang tua dominic adalah agent BIN yang bekerja untuk menginvestigasi bisnis haramnya sir Devon, namun mereka jatuh cinta dan akhirnya lahirlah dominic dan adiknya. Devon tidak sengaja bertemu dengan Dominic dan adiknnya dalam pesta rakyat, Sir Devon melihat kedua anak itu yang nampak berbeda dengan anak lain pada umumnya. Setelah melakukan pendekatan dengan anak-anak tersebut Devon tertarik untuk membawa Dominic dengan dalih akan memberinya pendidikan dari jenjang Elementary hingga University terbaik dari yang terbaik, tapi karena kedua orang tuanya menolak maka sir Devon menggunakan cara haramnya. Masih di hari yang sama ketika pertemuan dan penolakan itu terjadi, orang-orang milik sir Devon ingin menculim Dominic, tapi karena saat ga ada Dominic yang ada cuman adiknya, jadi dibawalah adiknya sama devon ini buat dijadikan anaknya tadinya, karena ia berfikir mereka ini adik kaka jadi pasti mereka memiliki gen yang sama. Tapi ternyata adiknya ini tidak sama dengan Dominic yang punya bakat alami, dan hanya seperti manusia pada biasanya, maka malangnya nasib adik kecil itu dijual entah dalam keadaan hidup atau tidak.
Kedua orang tua Dominic tidak diam saja mereka mencari tahu keberadaan anak bungsu nya yang menghilang dengan kredibilitas mereka sebagai agen, dan terkejutnya ternyata kalau penyebab hilangnnya sang adik itu ada campur tangannya sir Devon dan orang-orangnya. Karena sudah bisa di pastikan nasib anak bungsunya seperti apa, kondisi keduanya mengalami ‘drop’ . Akhirnya si ayah ini depresi dan memilih untuk kabur dan Dominic tinggal bersama ibunya.
Sang Ibu juga mengalami depresi berat, namun demi sisa harapan sang anak sulung, ia berusaha untuk bertahan hidup. Ia tak mau Dominic khawatir dan tetap menjalani hidup bersama ibunya, namun tak berselang lama identitas ibunya ini udah tercium oleh orang-orangnya Devon kalau dia anggota BIN : Karena Devon sendiri masih mencari sosok Dominic saat itu, alhasil sang Ibu menjadi target untuk di bunuh dengan memanipulasi kecelakaan. Mengingat Dominic sat ini hanya tinggal bersama sang IBu jadi Devon berpikirkalau kecelakaan mobil sang Ibu bersama Dominic didalamnya, namun nyatanya Dominic tidak sedang bersama Ibunya kala itu terjadi. Jadi Devon beranggapan kalau Dominic yang dicarinya sudah tiada.
Dominic di hubungi oleh detektif setempat bahwa ada barang peninggalan Ibunya disana, tadinya barang itu akan dimasukan kedalam barang bukti yang Dominic tahu kalau itu akan di musnahkan dan kasus ini akan di tutup begitu saja. Maka dia memohon pada detektif itu untuk membawa sisa peninggalan terakhir sang Ibu bersamanya. Di dalam tas Ibu ia melihat foto seorang gadis berambut hitam mengenakan pita yang sama dengan milik adiknya. Saat itu ia tersadar kalau semua kejadian dalam hidupnya, semua yang telah direnggut darinya menjadi kepingan puzzle yang terikat dalam benang merah. Sambil meremat polaroid itu ia tahu alasan terakhir ia harus bertahan hidup, ia menemukan tujuan hidupnya yang baru. Menemukan gadis didalam polaroid tersebut dan menghancurkannya bersama Devon dan seluruh keturunannya.
Untuk wataknya Dominic sendiri dia tidak mudah ditebak isi pikirannya, kelihatannya dia ramah, senang menjalin pertemanan, agak flirty juga, jahil, peduli. Namun setiap tindakan dan perkataan yang keluar itu merupakan alur yang dia mainkan. Gitu sejauh ini.
