TABLE OF CONTENTS
PERSONAL DOSSIER
| Nama Lengkap | : Caspian Alistair Vance |
| Tanggal Lahir | : 14 November |
| Tempat Tinggal | : Apartemen/Studio pribadi di kawasan elit dekat Diagon Alley, London |
| Tinggi / Berat | : 188 cm / 75 kg |
| Golongan Darah | : AB |
| Pekerjaan | : Independent Contract Curse-Breaker |
| Pendidikan | : Hogwarts · Alumnus |
| Asrama | : Slytherin |
| Visualisasi | : Hero Fiennes Tiffin |
MAGICAL PROFILE
| Tongkat Sihir | : Kayu Kenari Hitam (Black Walnut) · Tali Jantung Naga (Dragon Heartstring) |
| Patronus | : Kuda Hitam Jantan (Black Stallion) |
| Spesialisasi Sihir | : Curse-Breaking, Rune Deciphering, Artefact Analysis, Magical Defence, Practical Spellword, Magical Investigation |
Caspian mengerjakan kontrak independen yang melibatkan artefak berbahaya, peninggalan kuno, mantra tersembunyi, dan jebakan magis. Pekerjaannya melayani klien privat, kolektor, dan berbagai institusi yang membutuhkan investigasi cermat serta keahlian khusus dalam mematahkan kutukan.
APPEARANCE & CHARACTERISTICS
Appearance
| Warna Rambut | : Hitam pekat |
| Mata | : Biru-abu |
| Postur Tubuh | : Tinggi, ramping-atletis |
| Aksesoris Khas | : Cincin Keluarga Vance |
Characteristics
Di balik sikapnya yang tenang, Caspian adalah sosok yang santun dan hangat. Ia memiliki kecerdasan yang tajam serta sifat yang penuh pengamatan. Berkat prinsip kemandirian yang dianutnya, ia lebih memilih untuk menilai orang lain dan berbagai situasi berdasarkan pertimbangannya sendiri, alih-alih membiarkan pilihannya didikte oleh ekspektasi yang diwariskan kepadanya.
THE VANCE HOUSEHOLD
Selama turun-temurun, keluarga Vance telah mengabdi kepada keluarga Lunetharë, terikat oleh sumpah dan kewajiban untuk menjaga rahasia master mereka. Kesetiaan mereka bukan sekadar pekerjaan, melainkan sebuah warisan yang telah membentuk identitas, hierarki, dan masa depan keluarga tersebut.
Gideon Alaric Vance
Gideon adalah sosok yang menjunjung tinggi kedisiplinan, tradisi, dan kehormatan keluarga Vance. Ia menetapkan standar yang ketat dan percaya bahwa kewajiban harus selalu diutamakan di atas keinginan pribadi. Kasih sayangnya jarang diungkapkan lewat kata-kata, melainkan melalui tindakan. Penolakan Caspian untuk melanjutkan pengabdian keluarga merupakan tantangan langsung terhadap masa depan yang telah dirancang Gideon untuknya.
Evelyn Seraphine Vance
Lembut dan bijaksana dalam berdiplomasi, Evelyn seringkali menjadi penengah ketika suasana di rumah sedang memanas akibat perbedaan pendapat. Ia memahami betapa beratnya beban tradisi, sekaligus menyadari dampak emosional yang ditimbulkan terhadap keluarganya. Di tengah amarah Gideon dan tekad kuat Caspian, ia berupaya menjaga ikatan yang tidak akan mudah dipulihkan dengan mengandalkan harga diri ataupun kewajiban.
Tristan Evander Vance
Dingin, ambisius, dan sangat memperhatikan hierarki sosial, Tristan telah ditunjuk untuk menggantikan ayahnya sebagai Kepala Pelayan. Ia memandang tradisi keluarga sebagai tatanan yang harus dijaga, bukan untuk dipertanyakan. Saat menyadari tumbuhnya perasaan Caspian terhadap satu-satunya putri keluarga Lunetharë, ia memperingatkan adiknya agar tidak melampaui batasan status yang telah diwariskan kepada keluarga mereka.
Sebagai putra kedua, Caspian diharapkan untuk menempuh jalan yang telah disiapkan baginya, sementara sang kakak mewarisi peran sebagai penerus. Namun, ia justru memilih profesi yang ia tentukan sendiri, bertekad untuk membuktikan nilainya melalui keterampilan dan pencapaiannya sendiri.
BACKGROUND STORY
ㅤㅤㅤCaspian Alistair Vance menjalani kehidupan yang jauh dari lingkungan bangsawan. Ia tinggal di sebuah apartemen studio pribadi di kawasan elite dekat Diagon Alley, London, dan bekerja sebagai rekan terpercaya bagi seorang curse-breaker senior. Profesinya menuntut ketahanan fisik, ketepatan analisis, serta keberanian untuk menghadapi mantra-mantra mematikan, artefak kuno, dan jebakan sihir berbahaya yang tersembunyi di dalam reruntuhan. Upayanya untuk hidup mandiri bukan sekadar keinginan sesaat, melainkan hasil dari konflik yang terus memuncak selama bertahun-tahun, konflik yang berakar pada masa lalunya di kediaman keluarga Lunetharë.
ㅤㅤㅤSebagai putra kedua dari Gideon dan Evelyn Vance, Caspian dibesarkan dalam keluarga yang selama turun-temurun terikat untuk mengabdi kepada keluarga Lunetharë. Kesetiaan keluarganya dijaga dengan sumpah serta kewajiban untuk menjaga segala rahasia master mereka. Meskipun kakaknya, Tristan Evander Vance, telah ditunjuk sebagai penerus posisi sang ayah sebagai Kepala Pelayan, Caspian tetap diharapkan untuk menjunjung tradisi yang sama dan tunduk kepada hierarki yang telah mengatur keluarganya selama puluhan, bahkan ratusan tahun.
ㅤㅤㅤSebuah titik balik muncul melalui pertemanannya yang kian erat dengan Aria, satu-satunya putri dari keluarga Lunetharë yang terkurung di dalam kediamannya sendiri akibat ketidakstabilan sihir yang ia miliki. Sementara orang lain menjaga jarak demi alasan keamanan dan protokol yang ketat, Caspian justru terus menghabiskan waktu di sisinya. Terlepas dari pesona darah Veela yang mengalir dalam diri Aria, Caspian melihatnya sebagai sosok gadis muda yang kesepian, yang tidak pernah merasakan pergaulan layaknya orang biasa. Alih-alih memandangnya sebagai putri dari sang master, ia memilih untuk menganggap Aria sebagai seorang teman, menjadi sosok yang senantiasa hadir di tengah keterasingan yang mewarnai masa muda gadis itu.
ㅤㅤㅤKedekatan mereka tidak luput dari perhatian Tristan. Sebagai orang pertama yang menyadari tumbuhnya perasaan dalam tatapan sang adik, Tristan menegur Caspian dan memperingatkannya agar tidak melampaui batasan yang ditetapkan oleh perbedaan status sosial di antara mereka. Ia mengingatkan Caspian akan posisinya dalam keluarga tersebut dan menegaskan agar ia tidak pernah memupuk harapan yang melampaui kedudukan yang memang telah digariskan bagi keluarga mereka sejak lahir. Bukannya membuat Capian patuh, teguran itu justru memicu perlawanan batin yang mendalam, mendorongnya untuk mempertanyakan masa depan yang ditentukan oleh kewajiban turun-temurun, bukan oleh pilihannya sendiri.
ㅤㅤㅤMenjelang akhir masa studinya di Hogwarts, Caspian mengambil keputusan tegas untuk melepaskan diri dari jalan hidup yang telah ditetapkan keluarganya. Tanpa meminta izin, ia menghadapi ayahnya dan menyatakan penolakannya untuk terus mengabdi kepada keluarga Lunetharë. Ia bertekad untuk membangun karier secara mandiri di luar lingkungan keluarga itu. Ia ingin membuktikan nilai dirinya melalui keterampilan dan pencapaian, dengan harapan suatu hari nanti dapat berdiri setara, alih-alih terus didefinisikan oleh posisi keluarganya yang subordinat. Pernyataan ini memicu kemarahan Gideon, yang berujung pada diusirnya Caspian dari rumah. Namun, di balik kemarahan sang ayah, tersimpan kekhawatiran mendalam akan masa depan putra bungsunya yang tidak lagi memiliki kepastian. Kini, dengan menempuh jalannya sendiri sebagai seorang curse-breaker, Caspian tetap terjepit di antara warisan yang telah ia tolak, ikatan keluarga yang belum terselesaikan, serta perasaan yang masih ia simpan untuk Aria.
CHAPTER ARCHIVES
A record of the first chapter.
A record of the second chapter.
A record of the third chapter.
Further chapters may be appended to this archive as the story unfolds.
DISCLAIMER & CREDITS
Karakter Caspian Alistair Vance beserta latar belakang dan pengembangannya merupakan karya fiksi penulis. Face claim digunakan semata-mata sebagai referensi visual dan tidak menyiratkan afiliasi atau keterlibatan pemilik foto dengan karakter fiksi ini.
| Written by | : ASH |
| Account | : @MONARCH0FASH |
“Bound by Blood, Defined by Choice.”
PRIVATE RECORD · FOR FICTIONAL ARCHIVAL PURPOSES
RETURN TO THE BEGINNING ↑