Astronomy Class Assignment
THE FIRST JOVIAN : JUPITER
by Clodovea Ilona Reeve (nevaehina) - 6036
⠀⠀⠀⠀⠀⠀Planet Jupiter merupakan planet kelima pada susunan tata surya apabila dihitung dari pusatnya, yaitu matahari. Pemberian nama pada planet yang dijuluki sebagai planet terbesar di tata surya ini berasal dari Raja para dewa Romawi kuno (King of the ancient Roman Gods), Jupiter atau Jove. Planet dengan ukuran diameter 88.846 mil atau setara dengan 142.984 kilometer memiliki berat yang dua kali lebih besar dari gabungan planet lain yang ada di tata surya. Volume dari Jupiter yaitu 1,4313×1015 km3 serta massa 1,8986×1027 kg, yang terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu. Jupiter terbentuk setelah seluruh tata surya yang lain terbentuk, dengan gaya gravitasi yang menarik gas dan debu yang berputar-putar hingga membentuk gumpalan gas besar. Posisi tetap Jupiter saat ini diperkirakan terjadi sekitar 4 miliar tahun yang lalu. Meskipun terbentuk dari gas raksasa, Jupiter tidak memiliki permukaan yang asli. Permukaan planet Jovian pertama ini sebagian besar berupa gas dan cairan berputar-putar yang sebenarnya adalah awan amonia serta air yang dingin dan berangin. Suhu permukaan Jupiter yaitu minus 160 derajat Fahrenheit, atau setara dengan minus 110 derajat Celcius.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀Jupiter memiliki komposisi penyusun yang sama seperti matahari, terutama gas Hidrogen dan Helium. Komposisi pembentuknya yaitu Hidrogen, Helium, Metana, Amonia, Hidrogen deuterida, Etana, dan air. Untuk komposisi pembentuk es pada planet ini yaitu berasal dari Amonia, air, dan Amonium hidrosulfida. Jauh dalam atmosfernya, gas hidrogen ini akan terkompresi oleh peningkatan tekanan dan suhu, kemudian berubah menjadi carian. Hal ini menyebabkan Jupiter memiliki samudera terbesar yang terbentuk dari hidrogen. Inti pusat Jupiter terbuat dari bahan padat yaitu mineral besi dan silikat dengan suhu yang sangat panas yaitu mencapai 90.032 derajat Fahrenheit.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀'Great Red Spot" merupakan hal unik dari Jupiter yang telah ditemukan sejak tahun 1665 oleh Astronomi Italia, Giovanni Cassini. Fitur unik yang sebenarnya merupakan badai antisilikon persisten terletak di selatan khatulistiwanya. Ukuran diameter dari Red Spot ini berkisar 24.000 kilometer dan tinggi 12.000 hingga 14.000 kilometer. Apabila diibaratkan dengan ukuran ini, cukup memuat dua hingga tiga planet seukuran diameter Bumi. Spot ini telah berotasi setidaknya 350 tahun sejak ditemukan pada abad ke-17.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀Selain Red Great Spot, Jupiter juga memiliki cincin sama seperti planet Saturnus. Cincin ini terdiri atas tiga bagian, torus bagian dalam (inner torus) yang disebut Halo, cincin utama yang relatif cerah, dan bagian paling lurar yaitu Gossamer Rings. Komponen pembentuk cincin ini dipercaya berasal dari materi yang dikeluarkan oleh bulan-bulan Jupiter ketika terhantam oleh dampak meteor. Material-material ini diperkirakan berasal dari Adrastea dan Metis yang membentuk cincin utama, sedangkan bagian Gossamer Rings terbentuk dari Thebe dan Amalthea.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀Masa rotasi planet yang memiliki nama lain Jovian ini termasuk dalam masa terpendek dalam planet tata surya. Satu hari di Jupiter hanya berdurasi yaitu 10 jam, dan memiliki orbit lengkap mengelilingi Matahari sekitar 12 tahun Bumi atau 4.333 hari Bumi. Garis khatulistiwa Jupiter memiliki kemiringan hanya sebesar 3 derajat, yang membuatnya berputar hampir berposisi tegak dan tidak memiliki musim ekstrim seperti planet lainnya. Selain masa rotasi yang pendek, Jupiter juga disebut memiliki gaya gravitasi yang kuat dan medan magnet 14 kali lebih kuat daripada Bumi.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀Dengan radius sebesar 43.440,7 mil atau sertara 69.911 kilometer, Jupiter memiliki ukuran 11 kali lebih luas daripada bumi. Apabila diibaratkan Bumi memiliki ukuran sebesar uang koin, maka Jupiter diperkirakan sebesar bola basket. Jupiter berada sejauh 5,2 astronomical units dari matahari, dengan rata-rata jarak yaitu 484 juta mil atau 778 juta kilometer. Hal ini berarti untuk cahaya matahari dapat mencapai planet Jupiter membutuhkan waktu selama 43 menit.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀Jupiter diperkirakan memiliki lebih dari 200 satelit alami yang berputar di orbit dan hanya 67 satelit yang terkonfirmasi. Hampir rata-rata setiap satelitnya memiliki diameter sekitar 10 kilometer, yang ditemukan setelah tahun 1975 ketika pesawat ruang angkasa pertama, Pioneer 10 mendarat di Jupiter. Jupiter juga disebutkan memiliki 4 bulan utama yang dikenal dengan sebutan 'The Galilean Moons' yang apabila diurutkan dari Jupiter yaitu Io, Europa, Ganymede, dan Callisto. Diantara 'The Galilean Moons', bulan terbesar yang memiliki besar diameter 5262 kilometer yaitu Ganymede. Jumlah bulan yang dimiliki oleh Jupiter adalah 79 buah dengan 58 diantaranya telah memiliki nama dan 21 lainnya masih menunggu nama resmi. Berikut nama 58 bulan dari Jupiter:
- Adrastea
- Aitne
- Amalthea
- Ananke
- Aoede
- Arche
- Autonoe
- Callirhoe
- Callisto
- Carme
- Carpo
- Chaldene
- Cyllene
- Dia
- Eirene
- Elara
- Erinome
- Ersa
- Euanthe
- Eukelade
- Eupheme
- Euporie
- Europa
- Eurydome
- Ganymede
- Harpalyke
- Hegemone
- Helike
- Hermippe
- Herse
- Himalia
- Io
- Iocaste
- Isonoe
- Jupiter LI
- Jupiter LII
- Kale
- Kallichore
- Kalyke
- Kore
- Leda
- Lysithea
- Megaclite
- Metis
- Mneme
- Orthosie
- Pandia
- Pasiphae
- Pasithee
- Philophrosyne
- Praxidike
- Sinope
- Sponde
- Taygete
- Thebe
- Thelxinoe
- Themisto
- Thyone