JustPaste.it

YADA WANGKAWA: Allure Boutique’s Model Submission

 ️️

LIVE: READ HERE.

 ️️

_________________________________________

 ️️

Semburat rona riasan telah lama tak berkawan dengan si empunya wajah. Kembali ke hadapan publik, Yada bertekad ikuti audisi pencarian ‘model’ peragaan busana yang diadakan oleh Allure Boutique usai akhiri waktu rehatnya.

 

Segala arahan dari segenap kru pun diterima dengan baik.

 

Benar saja, terkencar-kencar si tuan ketika namanya dipanggil, mengingat terakhir kali ia menghabisi panggung peragaan busana tujuh bulan silam.

 

Sudah lama, ya? Wajar ia rindu. Rindu unjuk diri di hadapan ratusan pasang mata, menaklukkan atensi mereka semua, namun bukan sebagai anggota grup idola. Ini kesempatan untuk mematahkan rasa rindu itu, bukan?

 

“Nomor delapan, Yada Wangkawa.” Empat kata yang seketika mengudara lantas buat si tuan terkesiap.

 

Usai agihkan anggukan, perlahan dua pasang tungkainya melangkah ke titik pangkal panggung.

 

Pada sesi perkenalan, para model diimbau untuk mengenakan pakaian sesederhana mungkin sebelum berganti pakaian sesuai dengan tema yang sudah ditentukan oleh pihak Allure Boutique.

 

Berbalut kaus putih polos dan celana kain hitam, putra sulung ini lantas angkat bicara.

 

“Selamat sore! Saya Yada Wangkawa, tahun ini menginjak usia dua puluh delapan tahun. Mohon bantuannya, terima kasih!”

 

Senyum sumringah yang tadinya tak bosan bertengger pada paras si tuan kini harus berganti posisi dengan mimik seorang peragawan yang sesungguhnya.

 

Usai perkenalkan diri secara singkat, kembali ia ayunkan kedua tungkai menyusuri panggung sembari simpan jemari tangan kanannya pada saku celana. Beberapa pose jua tak lupa ia beri.

 

Di lain sisi, para penanggungjawab audisi turut memeriksa 𝘤𝘰𝘮𝘱 𝘤𝘢𝘳𝘥 milik si tuan.

 

Hebatnya, waktu yang kian terkikis memaksa Yada untuk segera berganti pakaian dan memoles ulang riasan pada wajah.

 

Konsep yang ia bawakan memang tak berlebihan, namun apa salahnya merias diri semaksimal mungkin?

 

Inilah sesi penilaian yang sesungguhnya. Dentum musik mulai berpendar ke seluruh sudut ruangan. Satu persatu calon peragawan dan peragawati sisir habis panggung audisi sesuai urutan mereka masing-masing, termasuk Yada.

 

“Yada, go!” ujar salah satu kru yang bertugas di belakang panggung. Sudah siap sejak sekian menit yang lalu, rasa gugup tak lagi hantui benak si tuan. Perlahan tubuh gagahnya pun berhasil jejaki panggung.

 ️️
[ Gambar: FULL OUTFIT ]
 ️️

Adapun tema yang ditetapkan oleh pihak Allure Boutique, yakni 𝘚𝘱𝘳𝘪𝘯𝘨/𝘚𝘶𝘮𝘮𝘦𝘳, yang terbagi menjadi dua sub-tema, antara lain 𝘉𝘳𝘪𝘨𝘩𝘵 𝘢𝘯𝘥 𝘊𝘩𝘦𝘦𝘳𝘧𝘶𝘭 𝘊𝘰𝘯𝘤𝘦𝘱𝘵 dan 𝘋𝘢𝘳𝘬 𝘊𝘰𝘯𝘤𝘦𝘱𝘵.

 

Pada kesempatan ini, terlihat jelas Yada memilih sub-tema 𝘉𝘳𝘪𝘨𝘩𝘵 𝘢𝘯𝘥 𝘊𝘩𝘦𝘦𝘳𝘧𝘶𝘭 𝘊𝘰𝘯𝘤𝘦𝘱𝘵. Pasalnya, sebagian besar dari pakaian hingga aksesoris yang ia kenakan mengadaptasi warna cerah yang ceria.

 

Dari pangkal panggung, raga si tuan diajak berpose sejenak sebelum biarkan tungkainya mengayun. Bergantian ia posisikan tubuh menghadap serong kiri dan kanan seiring dengan tempo musik yang menguar.

 

Berbalut atasan 𝗬𝗲𝗹𝗹𝗼𝘄 ‘𝗦𝘂𝗻𝗳𝗹𝗼𝘄𝗲𝗿’ 𝗝𝗮𝗰𝗾𝘂𝗮𝗿𝗱 𝗦𝘄𝗲𝗮𝘁𝗲𝗿 dari Paul Smith, Yada beraksi taklukkan arena.

 

Musim semi dan panas memang identik dengan warna cerah, terlebih warna kuning yang menjadi warna utama 𝘰𝘶𝘵𝘧𝘪𝘵 si tuan.

 ️️
[ Gambar: YELLOW 'SUNFLOWER' JACQUARD SWEATER ]
 ️️

Dibuat dari campuran kapas, sweter kuning berukuran sedang ini menampilkan figur bunga matahari besar di bagian depan.

 

Bunga matahari ini melambangkan musim semi yang bahagia, sedangkan matahari sendiri merupakan benda langit yang mendukung hangatnya musim panas. Ilustrasi yang sungguh fantastis, bukan?

 

Selain itu, detail rajutan yang menghubungkan bahu dan manset dengan jahitan kontras membuat sweter ini terlihat semakin manis dan nyaman dikenakan. Tak heran si tuan terlihat cocok dengan 𝘰𝘶𝘵𝘧𝘪𝘵pilihannya ini.

 

Usai agihkan variasi pose sederhana nan menawan, melangkahlah kedua cagak yang dibalut oleh celana kain berwarna cokelat muda dengan semburat kekuningan, sebut saja dia 𝗞𝗵𝗮𝗸𝗶 𝗟𝗶𝗻𝗲𝗻 𝗖𝗮𝗿𝗴𝗼 𝗧𝗿𝗼𝘂𝘀𝗲𝗿𝘀.

 ️️
[ Gambar: KHAKI LINEN CARGO TROUSERS ]
 ️️

Terbuat dari seratus persen linen, celana ini menampilkan desain yang terinspirasi dari warna militer dengan saku samping dan tali pinggang yang dapat disesuaikan.

 

Lengkap dengan detail lipit di bagian depan, celana tersebut dilengkapi dengan kancing tanduk di seluruh bagiannya. Tak heran putra sulung ini tetap tampil 𝘵𝘳𝘦𝘯𝘥𝘺 meski warna pada celana cenderung terlihat formal.

 

Dentuman musik memang tak pernah bosan berkawan dengan si tuan, terbukti dari roman cerah dan tubuh tegap miliknya yang berhasil ambil alih seluruh atensi.

 ️️
[ Video: WALK BEFORE POSE ]
 ️️

Jejak demi jejak berhasil dilukis rapi dengan tapak kaki berbalut 𝗧𝗮𝗻 ‘𝗝𝗮𝗴𝗼’ 𝗦𝘂𝗲𝗱𝗲 𝗕𝗼𝗮𝘁 𝗦𝗵𝗼𝗲𝘀.

 

Dibuat di Italia, sepatu ‘Jago’ berwarna cokelat ini menampilkan kulit sapi premium, bagian atas 𝘴𝘶𝘦𝘥𝘦 dengan 𝘮𝘪𝘥𝘴𝘰𝘭𝘦 kulit, dan 𝘰𝘶𝘵𝘴𝘰𝘭𝘦 karet yang kokoh.

 ️️
[ Gambar: TAN 'JAGO' SUEDE BOAT SHOES ]
 ️️

Sepatu ini dibuat seolah melalui konstruksi semen yang dikerjakan dengan tangan dan memiliki detail jahitan di seluruh bagian.

 

Selama menyusuri panggung audisi, jemari lengan kiri Yada bergantungan pada salah satu tali 𝘩𝘢𝘯𝘥𝘭𝘦 milik 𝗦𝗮𝗻𝗱 𝗖𝗼𝘁𝘁𝗼𝗻-𝗟𝗶𝗻𝗲𝗻 𝗖𝗮𝗻𝘃𝗮𝘀 𝗕𝗮𝗰𝗸𝗽𝗮𝗰𝗸 yang tengah bertengger pada bahu kirinya.

 ️️
[ Gambar: SAND COTTON-LINEN CANVAS BACKPACK ]
 ️️

Terbuat dari kain kanvas campuran katun dan linen, ransel ini miliki bentuk klasik dengan penutup klip ganda yang dilengkapi tambalan kulit berlogo khas, tali anyaman yang dapat disesuaikan, dan hiasan kulit cokelat.

 

Terhenti sejenak dwicagak di penghujung panggung ditemani roman cerah si tuan. Kembali ia berpose, menunjukkan rincian setelan yang ia kenakan dari ujung kepala hingga ujung kaki. Tak berlebihan, namun tetap memukau.

 

Usai dirasa puas unjuk kebolehan, Yada memutar tubuhnya searah dengan jarum jam. Tempo yang diambil tetap teratur seolah telah berlatih ribuan kali untuk penampilan yang sama.

 ️️
[ Video: WALK AFTER POSE ]
 ️️

Tekadnya jelas tak ingin membiarkan kesempatan ini pergi begitu saja.

 

Tepat saat pemuda ini membalikkan tubuh, detail dari 𝗬𝗲𝗹𝗹𝗼𝘄 𝗮𝗻𝗱 𝗚𝗿𝗲𝘆 𝗙𝗶𝘀𝗵𝗲𝗿𝗺𝗮𝗻 𝗦𝘁𝘆𝗹𝗲 𝗛𝗮𝘁 tampak semakin jelas.

 ️️
[ Gambar: YELLOW AND GREY FISHERMAN STYLE HAT ]
 ️️

Dipotong dari campuran kain kepar, katun, dan nilon, topi kuning yang terinspirasi dari nelayan ini memiliki sentuhan warna abu-abu pada tali yang ukurannya dapat disesuaikan dan tali serut di bagian depan.

 

Perpaduan dari pakaian dan aksesoris pilihan yang ia kenakan kali ini tak hanya memberi kesan musim semi dan musim panas yang monoton, namun memiliki sisi unik tersendiri.

 

Kini yang terlihat hanyalah bagian belakang tubuh si tuan, namun tekadnya masih menari tak kenal malu. Meski begitu, harap-harap cemas pun menghadang kala tungkainya sampai di belakang panggung. Itu hal yang wajar, ‘kan?

 

“You did well,” hiburnya pada diri sendiri. Katanya, usaha tak akan mengkhianati hasil. Yang terpenting, Yada sudah melakukan yang terbaik.

 

Selesai.