QNA NOVEMBER 2025
FIRST WEEK
Q: Kalau peri hanya bisa berkomunikasi lewat fairy talk, apakah ada mantra yang bisa membantu penyihir memahami bahasa mereka?
Q: Jika manusia tidak dapat memahami perkataan dari peri, lantas bagaimana kita dapat berkomunikasi? Apakah ada ahli tertentu yang mempelajari perilaku untuk memahami peri dan dapat berkomunikasi mungkin?
- Tidak ada mantra yang dapat memahami bahasa peri, pun tidak ada penyihir yang perlu repot-repot mempelajari bahasa Peri. Pada umumnya, magizoologist mempelajari satwa magis melalui tingkah laku mereka. Sama halnya dengan peri. Biasanya para magizoologist, potioneer, atau bahkan pemanen sayap peri dapat mengetahui gestur dan tingkah laku Peri.
Q: Apakah terdapat alasan lain yang menyebabkan Fairy tidak digolongkan sebagai Being meskipun memiliki bentuk humanoid?
- Tidak ada alasan lain kecuali memang Peri tidak cukup cerdas untuk mematuhi peraturan dan berkontribusi untuk membuat peraturan tersebut, sebab menjadi being artinya mereka harus dapat menjalankan peraturan tersebut. Kenyataannya, peri sulit diatur.
Q: Apakah peri ada yang baik atau jahat? Atau semua peri baik? Timaaci banyaak professor.
- Ketimbang jahat kita gunakan kata ’iseng’ mungkin? Kalau peri yang iseng, tentu saja ada. Mereka juga punya sifat yang angkuh sejak lahir.
Q: Apakah jenis peri itu ada banyak? Berapa jumlah jenisnya dan apa saja jenis-jenisnya dari peri?
- Ada banyak sekali jenis peri, diantaranya ada Wood Fairy, Flower Fairy, Psychai Fairy, Dragonfly Fairy dan lain-lain.
SECOND WEEK
Q: Jika mengambil sayap peri tidak membunuh mereka, apakah sayapnya bisa beregenerasi kembali atau cacat selamanya?
Q: Izin bertanya, Profesor. Jika mencabut sayap peri sama halnya dengan mencabut bulu manusia, apa berarti sayap peri akan terus-menerus mengalami regenerasi? Atau ada batasannya?
- Sayap peri akan kembali beregenerasi setelah dicabut tapi yang sebaiknya dicabut adalah sayap peri dewasa karena kemampuan regenerasinya sudah sempurna.
Q: Jika mereka bisa memilih memberikan sayapnya atau tidak, apakah ada cara magis atau etis tertentu untuk ‘mempengaruhi’ keputusan mereka tanpa menyakiti perasaan atau kecantikan mereka? Atau semuanya sepenuhnya tergantung pada ‘mood’ peri itu sendiri?
- Jika peri tidak berkenan memberikan sayapnya, biasanya kita berpindah target dan merayu peri lainnya. Tidak disarankan mempengaruhi peri dengan sihir, ya. Karena sihir hanya dapat bertahan sementara waktu dan ketika efeknya hilang akan berdampak kurang baik bagi peri.
Q: Good afternoon, Professor. I would like to ask, given the fairies’ delicate nature and their fascination with beauty, do their magical properties—such as their wings or dust or their type —reflect their temperament?
- Alih-alih temperamen, biasanya jenis dan tipe peri dapat berbeda karena dipengaruhi oleh habitat dan lingkungan tempat tinggalnya.
THIRD WEEK
Q: Selain dragonfly fairies apakah ada jenis peri lain yang dijadikan bahan inti untuk pembuatan wand
- Yang lebih sering digunakan adalah sayap dari Common Fairy alias Peri pada umumnya.
Q: Bagaimana caranya membedakan Dragonfly Fairy asli dengan capung biasa jika keduanya bersembunyi bersama?
- Jika sudah menggunakan kemampuan magis untuk bersembunyi, membedakannya tentu akan sulit. Namun, Dragonfly Fairy juga dapat menunjukkan dirinya kalau tidak merasa terancam.
Q: Good evening, Professor. I would like to ask, if the Dragonfly Fairy’s magic lingers even after death, could its residual aura ever attract living fairies or perhaps influence nearby magical creatures? Thank you.
- Tidak, kemampuan magisnya tidak dapat menarik/mempengaruhi makhluk magis lainnya. Kemampuan magis ini hanya bertahan cukup lama sehingga ketika mati, Dragonfly Fairy tetap tampak seperti capung biasa.