JustPaste.it

QNA NOVEMBER 2024

Q: Just curious! It's said that the Fire Dwelling Salamander used to have six legs, which is why it represented the number 6 in the Ancient Runes. Now, it has four. Was this a result of evolution, or is there another explanation? Thank you, Professor!

A: Aku yakin hal ini terjadi secara natural mengingat jumlah Muggle yang semakin banyak dan habitat Satwa Gaib yang semakin terbatas, sehingga mereka lebih rentan terekspos. Kebanyakan Salamander mati sebelum mencapai fase dewasanya. Beribu-ribu tahun yang lalu ketika alfabet Rune Kuno masih digunakan, Salamander bisa hidup hingga mencapai fase dewasa (berkaki enam). Salamander berkaki enam tentu saja masih ada di masa sekarang, hanya lebih sulit ditemukan.

 

Q: Saya mau bertanya Profesor, saya penasaran cara Fire Salamander bertahan hidup itu bagaimana ya? Terlebih pada saat musim dingin? Terima kasih Profesor! 

Q: Bagaimana Fire Dwelling Salamander menghadapi perubahan suhu yang ekstrem di alam liar? Apakah peran Fire Dwelling Salamander dalam ekosistem sihir penting untuk dijaga?

A: Pertanyaan kalian aku jadikan satu karena sama-sama relevan. Perubahan suhu ekstrim atau perubahan musim tidak menjadi masalah bagi Salamander karena beberapa dari mereka bisa menghasilkan api dari tubuhnya sendiri. Pokoknya yang terpenting bagi kelangsungan hidup Salamander adalah menjaga nyala api lahirnya saja. Kalau apinya mati, maka Salamandernya juga ikut mati.

Tentu peran mereka dalam ekosistem sihir penting untuk dijaga karena Salamander punya banyak manfaat bagi kelangsungan hidup penyihir.

 

Q: Bagaimana cara menjaga agar api yang melahirkan Salamander tetap menyala, dan apa efeknya jika api tersebut meredup perlahan alih-alih mati mendadak? Atau ketika berada di kondisi lingkungan yang ekstrem, bagaimana cara menjaganya? Apakah ada adaptasi fisiologis yang membantu mereka dalam hal ini?

A: Wah, pertanyaannya banyak sekali. Sepertinya aku bisa membuat satu materi kelas hanya dengan pertanyaanmu.

Pertama, cara menjaga apinya sama seperti menjaga api biasa seperti menambahkan kayu bakar atau dedaunan kering, merapal mantra pembuat api, pokoknya nyalakan terus saja.

Kedua, tentu saja akan berefek karena api lahir bagi Salamander seperti oksigen bagi manusia. Salamander tentu perlahan akan melemah dan mati mengikuti api lahirnya. Terkait kondisi ekstrim sudah saya jelaskan di atas mohon scroll kembali, ya.

Ketiga, mengenai adaptasi fisiologis, Salamander adalah makhluk magis yang secara alami dapat bertahan di suhu yang tinggi. Di luar api, mereka hanya dapat bertahan 6 jam saja, itu juga dengan bantuan lada. Jadi, semua bergantung pada api salamander. Api bisa tetap menyala di musim dingin, kan?

 

Q: Sejauh mana warna api yang melahirkan Salamander mempengaruhi kemampuan atau sifat magisnya? Misalnya, apakah Salamander yang dilahirkan dari api biru berbeda dalam kekuatan atau daya tahan dibandingkan yang dari api merah?

A: Perbedaan warna api hanya mempengaruhi warna tubuhnya saja. Kebanyakan masih memiliki kemampuan dan sifat magis yang sama.

 

Q: Apakah Salamander memiliki ketahanan terhadap semua jenis api, atau ada batasan tertentu di mana api bisa mempengaruhi mereka secara negatif?

A: Mereka memang terlahir tahan terhadap suhu yang tinggi. Jadi tidak ada api yang mempengaruhi mereka secara negatif.

 

Q: Profesor, saya masih belum paham dengan kata: apinya sendiri. Apakah berarti Salamander seperti Phoenix? Thank you. 

A: Sedikit berbeda. Phoenix tua membakar diri dan lahir kembali dari abunya, yang mana fenomena ini lebih mengarah pada siklus hidup. Phoenix tidak membutuhkan api atau abunya untuk bertahan hidup. Sementara Salamander, lahir dari api dan bergantung selamanya dengan api. Tanpa api, mereka akan mati.

 

Q: Profesor, saya izin bertanya, Apa saja yang perlu diperhatikan jika kita ingin membiakkan Salamander? terima kasih.

A: Hal paling utama adalah memperhatikan apinya, karena mereka hidup di api dan makan dengan api.

 

Q: Selamat malam, profesor. Berhubung saya masih belum memahami salah satu penjelasan, apakah dapat dijelaskan lebih rinci perihal "salamander hidup selama api yang melahirkannya tidak mati?" apakah ia lahir dari api? terima kasih sebelumnya. otsukaresama untuk kelas perdananya, profesor! selamat beristirahat!

A: Mohon maaf untuk kalimat yang kurang jelas, ya. Jawabannya benar! Dia lahir dari api dan hidupnya bergantung dari api. Semoga menjawab.

 

Q: Izin bertanya, Profesor. Apakah Fire Salamander hanya bisa hidup di api yang melahirkannya ataukah masih bisa tetap hidup walaupun bukan di api yang melahirkannya? Terima kasih banyak.

Q: Tadi Professor Hailee ada berkata, “Selama api yang melahirkannya tidak mati.” Berarti, Fire-Dwelling Salamander tidak dapat hidup bergantung pada api lain, atau api dari yang menghidupkan Salamander lain?

A: Karena kedua pertanyaannya mirip, aku jadikan satu, ya. Salamander tetap bisa bergerak dari api satu ke api lainnya. Beberapa dari mereka bahkan bisa menghasilkan api di tubuhnya sendiri yang membuat mereka bebas bergerak kemana saja. Namun api yang mempengaruhi lama hidup Salamander hanya api yang melahirkannya saja.

 

Q: Selamat malam, Profesor. Saya izin bertanya karena penasaran. Tadi dikatakan Fire-Dwelling Salamander dapat diberi makan lada. Apakah ada jumlah/dosis tertentu? Lalu, apakah satwa magis ini agresif? Terima kasih sebelumnya.

A: Tidak ada dosis tertentu, mereka bisa diberi makan lada secukupnya secara reguler selama 6 jam. Setelah itu Salamander harus segera dikembalikan ke sumber api. Satwa ini secara naluriah tidak agresif, ya. Namun mereka bisa bersikap defensif jika merasa terancam.

 

Q: Apakah salamander api warna lain masih bisa banyak dijumpai? Kira kira ada warna apa saja selain merah, profs?

A: Yang paling umum tetap merah padam, tapi ada juga yang berwarna biru, hijau, oranye, ungu seperti warna api pada umumnya. 

 

Q: Mengingat Salamander adalah makhluk yang sedikit berbahaya apa yang tidak boleh dilakukan ketika memelihara Salamander, Profs? Lalu, Apa sifat khusus yang dimiliki oleh darah Salamander dan mengapa Fire-Dwelling Salamander dianggap sebagai bentuk Patronus Charm yang langka, Profesor? Terimakasih.

A: Jangan dibiarkan keliaran dalam kondisi badan menyala sebab yang ukuran kecilnya saja sudah cukup panas untuk menghangatkan makanan, apalagi yang besar. Kita tidak mau membakar rumah kita, kan? Selain itu tidak ada hal khusus yang boleh dilakukan atau tidak dilakukan.

Sifat khusus darah Salamander sudah dijelaskan, silakan baca materinya kembali. Fire-Dwelling Salamander dikatakan bentuk Patronus yang langka karena tidak banyak penyihir yang memiliki bentuk patronus tersebut.

 

Q: Selamat malam, Profs. Izin bertanya, saya penasaran soal pengobatan Scale Rot, pada saat pemberian Chilli powder, apakah ada teknik khusus dalam menghandling/memegang salamander ketika melakukan pemberian powder tersebut? terima kasih.

A: Tidak ada teknik khusus untuk menggosok bubuk cabe. Tapi harap pakai sarung tangan naga supaya kulitmu tidak terbakar.

 

Q: Selamat malam, Profesor, saya hendak bertanya. Kalau Fire-Dwelling Salamander bisa terkena penyakit scale rot, apakah Peruvian Salamander juga bisa terkena penyakit tertentu? Terima kasih, Profesor.

A: Belum pernah ada Peruvian Salamander yang punya penyakit tertentu.

 

Q: Mengapa Peruvian Salamander bisa menciptakan apinya sendiri? Apakah ada faktor khusus yang mempengaruhi kemampuan tersebut?

A: Fire-Dwelling Salamander pada umumnya juga punya kemampuan yang sama, lho. Aku sudah jelaskan soal ini.

 

Q: Are Salamander species spread throughout the world? Thank you, Professor.

A: Yes, they are. Baca kembali perkamen yang ku bagikan di minggu pertama, ya.

 

Q: Saya izin bertanya, apa yang menyebabkan Salamander dapat terkena infeksi sisik, Profesor? Terima kasih!

A: Karena lingkungan yang kurang baik. Tidak adanya sumber api yang konstan dan cukup artinya Salamander tidak mandi di api secara reguler dan Salamandernya juga kurang makan.

 

Q: Profesor saya masih belum paham dengan memakan apinya sendiri. Berarti dia memuntahkan api yang kemudian dimana atau bagaimana ya? Terima kasih. 

A: Seperti manusia yang bergantung pada oksigen, fungsi api mirip seperti itu bagi Salamander. Cara makannya, ya, mereka menghisap api. Mereka bebas mau makan api yang mana saja, seperti kau bebas menghirup udara yang mana saja. Kalau dibilang memuntahkan api, seperti manusia yang bersendawa, bisa saja Salamander juga muntah api.

 

Q: Selamat malam, Profs. Saya ingin bertanya apakah amazonia salamander hanya bisa hidup di Hutan Hujan Amazon? apakah bisa hidup di habitat lain? terima kasih.

A: Mereka bisa hidup di habitat lain asalkan ada sumber api yang cukup. Banyak Potioneer yang memelihara Amazonian Salamander untuk dimanfaatkan dalam ramuan.

 

Q: Apa saja syarat utama yang harus dipenuhi seorang penyihir untuk merawat Amazonian Salamander dengan baik? Apakah ada regulasi atau peraturan khusus dari Kementerian Sihir mengenai pemeliharaan Amazonian Salamander? Dapatkah Amazonian Salamander dilatih untuk bertahan hidup di lingkungan non-berapi, atau apakah mereka harus selalu berada dekat api untuk kelangsungan hidup mereka? Apakah merawat Amazonian Salamander memerlukan izin atau lisensi khusus di dunia sihir?

A: Mengapa banyak sekali? *menangis di pojok kelas*. Tapi tidak apa! Kesempatan berikutnya satu orang tanya satu pertanyaan saja, ya.

Tidak ada syarat, regulasi atau lisensi khusus dari kementerian untuk memelihara Amazonian Salamander. Mengingat KKM-nya XXX, artinya Salamander ini dapat dipelihara oleh penyihir manapun yang berkompeten. Kalau paham cara menanganinya, memelihara Salamander harusnya tidak jadi masalah yang besar.

Semua jenis Fire-Dwelling Salamander tidak bisa dilatih untuk dipelihara di lingkungan non-api. Mereka harus terus berada di dekat api, apalagi api lahirnya. 

 

Q: Bagaimana cara aman menangani Amazonian Salamander tanpa menyebabkan luka bakar?

A: Menangani Amazonian Salamander dapat dilakukan dengan menggunakan sarung tangan naga. Selain itu kau bisa merapal mantra seperti Levitation Charm untuk memindahkan mereka tanpa mengenai kulitmu. Para Potioneer biasanya merapal Freezing Charm untuk mendinginkan Salamander yang akan digunakan sebagai bahan ramuan.

 


©2024. Courtesy of Hailee Hargreaves.