⠀Sederhana. Mereka hanya hidup dengan penuh sederhana. Susah senang diberkahi Tuhan, mereka hamba yang mendamba sebuah bahagia. Tentang dia; pemuda biasa yang mengais kebahagiaan di sisa-sisa hidupnya. Seorang budak korporat yang bekerja di sebuah perusahaan swasta. Meski tidak seberapa, tetapi sudah cukup untuk makan sehari-hari dan berbagi berkah dengan anak-anak di Rumah Nusa; panti asuhan yang dikelola Bunda.
⠀Tidak banyak hal yang menarik dari kegiatan sehari-harinya. Kecuali senyum anak-anak yang menanti dia datang memimpin doa, berbagi permen sembari mengalunkan puja. Dikenal sebagai figur malaikat, pembawa berkah dari Tuhan; seperti nama yang tersemat padanya, Gamaliel Firdaus, membawakan kalian sebuah cerita.
⸻⸻⸻
⠀INFORMASI UMUM.
Nama Lengkap:
Gamaliel Firdaus
Tempat Tanggal Lahir:
Bandung, 22 Mei 2000
Jenis Kelamin:
Laki-laki
Agama:
Katolik
Pekerjaan:
Karyawan Swasta
“APA MIMPIMU, ANAKKU?”
Mimpi, ya? Mimpi. Sepertinya semua orang memiliki mimpinya masing-masing. Untukku, mimpiku hanya ingin merdeka. Mimpiku hanya tidak ingin dihardik siapa-siapa. Mimpiku hanya ingin melihat mereka kembali bahagia.
⠀Gauri, Gabriel, Isabella. Adik-adikku yang manis, adik-adikku yang berbahagia. Adik-adikku yang telah lama pergi meninggalkan dunia. Kami hidup di panti asuhan yang sederhana, tetapi mempunyai mimpi yang sama besarnya. Adikku, Gauri, senang sekali bernyanyi. Adikku, Gabriel, senang sekali menari. Adikku, Isabella, senang sekali bermain peran. Saat kami kecil dulu, aku senang memberi panggung megah pada mereka. Sebuah panggung sederhana untuk mereka bersandiwara. Sebuah panggung yang hanya diperhatikan oleh boneka. Megah dan besar, kami berbahagia.
⠀Namun, ketika kami beranjak dewasa dengan kami yang ingin mewujudkan mimpi di masa kecil, banyak yang berkata: “Rakyat miskin seperti kalian akan selalu jadi sampah! Kalian tidak akan punya masa depan, terlebih adikmu yang cacat itu!” Kurang ajar, mereka kurang ajar, berbicara sembarangan pada adikku dengan semena-mena. Jika miskin memangnya kenapa? Jika kekurangan lantas mengapa? APA KAMI TIDAK BERHAK BERMIMPI LAYAKNYA MANUSIA?
Katanya, Indonesia sudah lama merdeka.
Merdeka apanya jika sebagian dari mereka
dihardik karena tidak memiliki apa-apa?
Naas, sebelum kami benar-benar mewujudkan impian kami, Gauri pergi sebab Tuhan sepertinya lebih menyayangi. Penyesalan terdalam jatuh pada diriku sendiri. Seandainya, aku mendapatkan pekerjaan layak, mungkin adikku dapat unjuk diri pada sandiwara megah impiannya. Seandainya aku tidak termakan banyak omongan mereka, mungkin kami masih berdiri di panggung yang sama. Namun, Bunda selalu berkata: Gama, Gamaliel, anakku, hidup terpuruk dalam penyesalan dapat menjadi dosa besar manusia.
⠀Impianku hanya ingin merdeka. Pentas kecil yang biasanya kami bawakan bersama kali ini hanya aku yang dapat mewujudkannya. Hanya aku yang dapat membuktikannya: Jika kami, rakyat yang tidak memiliki apa-apa pun dapat bersuara bermimpi layaknya manusia. Aku ingin semua orang bebas bersandiwara tanpa perlu dihardik siapa-siapa. Aku ingin merasakan merdeka di atas panggung dengan megah membawa kenangan mimpi bersama Gauri dan pentas kecilnya.
⸻⸻⸻
⠀PELENGKAP KURIOSITAS.
- Rumah Nusa adalah sebuah panti asuhan yang sudah berdiri dari tahun 2000 dengan Gamaliel sebagai anak pertama.
- Karena adik-adiknya, Gamaliel yang awalnya tidak terlalu gemar membaca kini memiliki hobi membaca dengan buku anak-anak sebagai preferensi bacaannya.
- Pemakan segalanya, menyukai seluruh makanan, terutama olahan aci.
- Pakaiannya tidak jauh-jauh dari warna hitam.
- Menguasai seni bela diri: silat dan taekwondo. Tapi kalau berantem mah asal bag, bug aja.
Informasi akan ditambahkan sewaktu-waktu.

