Corak Kontemporer, Solusi Supaya Batik Disukai Beragam Kalangan

Mengkomersialisasikan kain batik sebagai identitas bangsa memang memerlukan keseriusan. Batik diharapkan tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa tapi juga remaja, bahkan anak-anak.

Salah satu penemuan kreatif yang dijalankan ialah menciptakan beraneka corak batik untuk menarik peminat di tiap segmen umur. Salah satu corak batik yang dikala ini digemari merupakan kontemporer.

Seperti halnya seni kontemporer , corak batik ini tak merujuk pada hukum baku atau pakem wujud atau ornamen tertentu. Motif hal yang demikian banyak dikembangakan oleh perajin ataupun desainer untuk mencari terobosan baru dalam mengoptimalkan batik dan mode pakaian dalam.

"Karena perkembangan jaman, ini adalah terobosan yang dilaksanakan industri yang bergelut di bidang batik untuk mencari jalan, bagaimana membikin batik yang dapat dijangkau oleh masyarakat banyak," ujar desainer senior Chossy Latu.

Pola yang dihadirkan cenderung bebas, dengan mengambil wujud geometris, hewan, tumbuhan, ataupun pelbagai format absurd lainnya, berbeda dengan corak klasik yang mempunyai makna dan akar budaya yang kuat seperti kawung, parang, truntun. Batik klasik warna dan corak cenderung statis, tidak berubah-ubah sesuai dengan perkembangan jaman.

Dia mengatakan melewati motif kontemporer, desainer ataupun perajin bisa bereksperimen dengan bermacam-macam gambar apa saja, tapi yang paling penting pewarnaan menerapkan progres pembuatan batik, baik menerapkan teknik tulis maupun cetak.

"Kecuali itu juga adanya dorongan untuk membikin sesuatu yang dalam pedoman kutip mungkin lebih murah cost production-nya, karena memang batik-batik klasik itu akan memakan waktuyang lama. Pembatikannya adalah sebuah proses yang tidak bisa diburu-buru," jelasnya.

Guna membuat batik yang bisa dijangkau oleh masyarakat banyak dan dengan harga yang lebih terjangkau, lanjutnya, sebagian perajin batik mengkombinasikan membikin batik dengan teknik cetak kemudian ditambah dengan sentuhan malam.

"Saya sendiri tidak menyanggah sebab pada walhasil konsumen ada yang cakap dan tidak mampu (membeli batik tulis). Dengan seperti ini mungkin keinginan banyak orang untuk memakai busana batik lebih dapat dipenuhi dari sisi bisnisnya," katanya.

Banyak orang menganggap dengan kemunculan teknik cetak bisa mematikan pebatik tulis. Melainkan, berdasarkan Chossy, justru hal hal yang demikian menjadi cambuk bagi pebatik tulis untuk menjadikan batik halus yang lebih bagus lagi.

Dia meyakini batik tulis halus masih mempunyai pasarnya sendiri. Setelah itu, masyarakat Indonesia semakin banyak yang menerapkan batik.

"Ini mimpi guru aku Iwan Tirta bahwa suatu hari batik dapat menjadi gaya berpakaian sehari-hari, bukan cuma untuk upacara kawinan, namun juga untuk busana ke kantor, dan kegiatan sehari-hari," ungkapnya.

Oleh karena itu dibutuhkan penemuan yang secara terus menerus agar batik bisa berkelanjutan , tidak cuma sekedar menjadi koleksi melainkan juga untuk kesibukan keseharian. Tak hanya dari motif, Desain Baju Batik Remaja malah juga semestinya disesuaikan dengan tren masa kini untuk menjangkau segmen yang lebih muda, baik bagi masyarakat Indonesia ataupun luar negeri.

"Styling dan desain sepatutnya disesuaikan dengan masa kini bagus untuk kemeja, gaun, baju penghangat, ataupun cocktail evening," tambahnya.



Created: 13 days ago
Visits: 11
Online: 1