Grade 1 dan 2
Week 1.
Summoning and Banishing
Summoning Charm
Summon sendiri dalam bahasa Indonesia adalah memanggil atau memerintahkan ,bisa disimpulkan bahwa summoning charm berarti adalah mantra untuk memanggil atau mantra pemanggil .
~ Spell
Accio ( AH-kee-oh ) , mantra untuk memanggil sesuatu agar mendekat pada pengucap mantra. Berasal dari bahasa Latin accio yang artinya ‘aku memanggil’ .
Mantra ini perlu dipikirkan di baliknya, dan objeknya harus jelas di benak pengguna sebelum mencoba memanggilnya. Ciri - ciri cahaya dari mantra ini belumlah diketahui melainkan tidak ada.
Cara mempraktekan mantra Accio adalah dengan mengayunkan tongkat dari kiri ke kanan membentuk setengah lingkaran .
~History
Mantra Pemanggilan adalah salah satu yang tertua yang diketahui masyarakat penyihir . Penggunaan mantra ini yang paling terkenal, menurut Miranda Goshawk , oleh Accionites dan pemimpin mereka, Gideon Flatworthy .
Dalam kisah sihir tradisional " The Wizard and the Hopping Pot " dari The Tales of Beedle the Bard , putra pemilik asli pot tituler memanggil seekor keledai yang hilang milik salah satu warga desanya.
~ Casting and Effect
Mantra Pemanggilan atau mantra accio tidak bisa digunakan pada gedung/bangunan maupun benda hidup , meskipun dapat dihilangkan atau dipindahkan secara tidak langsung dengan cara memegangnya , namun cara itu sangat berisiko , karena perpindahannya sama seperti kecepatan cahaya dan akan merusak objek yang dipindah atau dihilangkan nanti .
Semakin jauh objek yang diinginkan dari seseorang yang akan menggunakan mantra pemanggil ( kastor ) maka akan semakin sulit untuk dipanggil . Selain itu letak atau lokasi umum objek harus diketahui secara jelas , jika tidak maka tidak akan berhasil . Accio sendiri memiliki counter-spell atau mantra penangkis , yaitu Depulso .
Banishing Charm
Banish sendiri dalam bahasa Indonesia adalah mengusir atau menghalau ,bisa disimpulkan bahwa banishing charm berarti adalah mantra untuk mengusir untuk menghalau apapun yang ada di depan kita .
~Spell
Depulso (de-PUHL-so) , adalah mantra pengusir yang mengirimkan target jauh dari pengguna mantra ( kastor ). Mampu mengirim target ke lokasi tertentu dan bekerja pada benda hidup ataupun benda mati. Depulso adalah kebalikan dari Accio . Tidak seperti Mantra Pemanggil , yang bisa memanggil objek tertentu dari mana saja, Mantra Pengusir hanya membuang apa pun yang dituju tongkat pengguna mantra . Mantra ini juga bekerja pada mahluk hidup .
Ciri - ciri mantra ini adalah bercahaya putih , merah dan kuning .
Cara mempraktekan mantra Depulso adalah mengayunkan tongkat dari kiri ke kanan membentuk setengah lingkaran ke bawah , kebalikan dari Accio yang mengayunkannya setengah lingkaran ke atas .
~ Casting and Effect
Mantra Pengusir digunakan untuk mendorong target, baik benda hidup maupun mati menuju lokasi tertentu. Mantra ini bisa digunakan dalam duel , seperti yang ditunjukkan oleh Severus Snape , ketika dia mengusir Dolores Umbridge dari dirinya sendiri.
Week 2
Tickling Charm
Tickling artinya dalam Bahasa Indonesia adalah menggelitik , jadi Tickling Charm adalah mantra untuk menggelitik seseorang atau mahluk hidup .
~Spell
Rictusempra (ric-tuh-SEM-pra) ( "Rictusempra " berasal dari bahasa Latin "rictus," yang berarti "hamparan mulut yang terbuka" dan bahasa Latin "semper," yang berarti "selalu." Secara keseluruhan, mantra itu secara kasar berarti "selalu tertawa" ) merupakan mantra Tickling yang menyebabkan target untuk gesper dengan tawa sampai mereka lemah. Juga memiliki setidaknya satu efek samping lainnya.
Ciri - ciri cahaya dari sihir ini jika dilakukan dengan benar adalah berwarna Perak .
Gerakan tongkat saat mempraktekan mantra ini adalah membentuk seperti daun .

~History
Mantra Rictusempra biasanya digunakan sebagai taktik pengalihan dalam duel . Harry Potter menggunakannya pada Draco Malfoy di Klub Duel selama tahun kedua mereka , pada bulan Desember 1992 .
Selama pertemuan Angkatan Darat Dumbledore selama tahun ajaran 1995–1996 , Mantra Menggelitik dipraktekkan oleh kelompok tersebut, bersama dengan banyak mantra pertahanan dan serangan lainnya.
Harry Potter, Ron Weasley dan Hermione Granger mempraktikkan mantra itu pada Zacharias Smith setelah dia meminta untuk mempelajari mantra itu, yang membuatnya sangat kesal.
Week 3
Dancing Feet Spell
Tarantallegra (ta-RON-ta-LEG-gra) adalah mantra yang membuat kaki seorang target kejang liar tak terkendali, sehingga akan terlihat seolah-olah mereka menari. Mantra ini bekerja pada benda hidup dan benda mati, selama benda itu memiliki kaki. Mantra ini digunakan untuk mempermalukan korban, tetapi bisa juga digunakan dalam duel .
~Spell
Ciri - ciri warna dari mantra ini jika dilakukan dengan benar adalah berwarna merah atau ungu.
Gerakan tangan saat mengayunkan wand adalah berbentuk seperti kursi kaki , dari bawah ke atas kemudian ke bawah lagi.
~History
Tarantallegra adalah kutukan-hampir-ringan, yang digunakan untuk memaksa kaki oranglain menari tak terkendali. mantra ini memiliki asal-usul di Italia namun paling diingat untuk penggunaan tidak semestinya oleh Warlock Zaccaria Innocenti yang dikreditkan dengan menyihir 'tari' se orang Muggle dalam Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi . Hal ini terutama digunakan untukmembuat korban melakukan sesuatu yang lucu, tetapi dapat juga digunakan dalam duel.
Draco Malfoy menggunakan mantra ini pada Harry Potter pada tahun 1992 pada pertemuan pertama dari Klub Duelling yang berlangsung di tahun kedua Harry bersekolah di sekolah sihir Hogwarts, Antonin Dolohov menggunakannya terhadapNeville Longbottom selama Pertempuran di Departemen Misteri., di buku kelima.
Mantra ini digolongkan sebagai mantra ringan, karena dapet di pelajari di tahun ke dua di sekolah sihir Hogwarts, sementara penangkal mantra ini pun cukup mudah, yaitu mantra Finite atau Finite incantatem
Penjelasan.
Sacara etimologis Tarantallegra berasal dari kombinasi kata"allegra" dan "tarantella,dalam bahasa italia "allegra" yang berarti"riang gembira" dan "tarantella" yaitu nama tarian rakyat Italia selatan (tarian dengan gerakan yang cepat).
Sementara nama tarian ini sendiri di ambil dari sebuah kisah kuno, dimana seorang pemuda di gigit oleh seekor tarantula, dan untuk menyembuhkan nya maka se orang dukun menyuruh nya melakukan Tarian Gila yang diyakini menyembuhkan efek dari gigitan Tarantula dengan menyebabkan korban merngeluarkan keringat toksin. Allegra mungkin berasal dari Allariago, yang dalam bahasa caltic kuno berarti “gerakan yang menerjang” karena mantra ini sendiri membuat orang yang terkena mantra menjadi menerjang kesana kemari tanpa kontrol.
Rangkuman by
Nicholas Ivander Saga


