Berkolaborasi dengan satu orang dapat disebut hal yang biasa dalam industri musik tanah air, namun berbeda dengan kolaborasi bersama satu grup berisi beberapa orang sekaligus. Kali ini, PITULAS memiliki proyek kolaborasi bersama sesama salah satu grup idola kebanggaan tanah air, GCRUSH.
Lagu bertajuk 'Some' ini akan dirilis bertepatan dengan perayaan hari kasih sayang. Berhubungan dengan hal tersebut, pemotretan kali ini menggunakan properti simple, yakni benang rajut. Menurut mitos yang pernah terdengar, benang rajut berwarna merah yang melilit dalam kelingking melambangkan sebuah takdir. Diharapkan para penikmat musik Indonesia memahami alur konsep dari hasil pemotretan kali ini.
Usai menunggu giliran, kini tiba saatnya Yada unjuk diri di depan kamera. Meski hanya berbalut kemeja kain putih polos, ia harus mampu membuat variasi pose agar hasil potretan terlihat lebih bewarna dengan ditemani benang rajut berwarna merah yang mengitari setiap jemari milik si tuan.
Ketika pemetik kamera mulai mengeluarkan suara, sedikit demi sedikit Yada menggerakkan bagian tubuh dari ujung kepala hingga ujung kaki. Raga ia posisikan menghadap serong kiri, pun jemala sedikit menoleh ke arah kamera sembari melukis ekspresi datar. Kursi merah dengan ornamen unik dijadikan tumpuan untuk menopang tubuh anggota tertua PITULAS ini, sedangkan jemari masih bermain dengan benang rajut tersebut.

Klik! Suara dari pemetik kamera mengakhiri sesi pemotretan ini. Acungan jempol dari sang fotografer cukup membuat Yada lega. Pasalnya, tanpa arahan detail dari fotografer yang bertugas, ia mampu menyelesaikan pemotretan dengan maksimal. Lantas, bangkitlah ia dari posisi duduk, kemudian sedikit membungkukkan tubuhnya ke arah segenap kru. "Terima kasih," ujar si tuan ditemani bulan sabit pada parasnya.
Selesai.