"Mas Yada, kopinya?" celetuk salah satu kru dari balik tataan alat pencahayaan. Yada yang baru saja keluar dari ruang tata rias lantas sedikit terkesiap ketika namanya disebut. "Oh, maaf, baru sadar kalau bajunya putih," balas si tuan sembari mendekat ke arah sumber suara. Cergas ia ulurkan gelas kopinya kepada kru tersebut sebelum kembali mengumpulkan nyawa untuk mengambil posisi pada set pemotretan.
Ini bukan pertama kalinya ia melakukan pemotretan formal, bukan pertama kalinya pula ia unjuk kebolehan di depan kamera. Lagaknya memang seperti orang paling percaya diri di dunia, nyatanya benak bukan kepalang dihantui rasa gugup. Beruntung tubuh tegap si tuan berhasil sembunyikan itu semua.

Kamera telah siap menangkap gambar anggota tertua PITULAS ini. Riasan dan outfit elegan melengkapi penampilan, pun latar belakang serba putih kini menyatu dengan sosok Yada Wangkawa. Lampu kilat kamera berulang kali menguar, begitu pula dengan suara pemetiknya.
Pada menit kesekian, pose si tuan harus terhenti oleh seruan sang fotografer. "Coba tangannya lebih eksplor lagi, matanya jangan ke kamera terus, ya." Dalam hitungan detik, Yada mampu menangkap maksud dari fotografer tersebut. Lengan kanan lantas ia jadikan tumpuan seakan menopang kepala, sedangkan pandangan ia alihkan ke arah lain.

Suara pemetik kamera kembali menusuk indra pendengar. Beberapa pose dan ekspresi ia agih dengan harapan memperoleh variasi foto untuk dirilis nanti. "Done!" ujar sang fotografer kemudian. Tepuk tangan seluruh kru seketika menyeruak, membuat Yada turut bertepuk tangan untuk dirinya sendiri maupun kerja keras seluruh kru yang tengah bertugas.
'Obsession' adalah lagu pertamanya sebagai anggota PITULAS, dan pemotretan kali ini menjadi momen yang sungguh berarti bagi pemuda pengemban posisi lead dancer dalam grup ini.
Selesai.