Ini Kiat Mempersiapkan Uang Saku Ketika Menjalankan Umroh

Memperkirakan uang saku selama pengerjaan Perjalanan Ibadah Umroh boleh dikata merupakan hal yang mudah – gampang sulit, karena masing – masing jamaah mempunyai standart dalam memastikan uang saku. Banyak jamaah yang akan melaksanakan ibadah umrah di tanah suci bingung Dikala memperkirakan uang sakunya ketika beribadah umrah ke Baitullah.

Banyak para calon jamaah yang salah kira, mereka lebih mempersiapkan situasi sulit uang saku dan berbelanja souvenir dari pada aspek ibadah itu sendiri. Baca juga info mengenai umroh jogja disini.

Saat mencontoh paket umroh, sebetulnya keperluan primer para jamaah selama beribadah di tanah suci sudah termasuk dalam paket harga yang ditawarkan. Sebut saja Karcis pesawat sejak dari tanah air sampai sampai di bandara King Abdul Aziz Jeddah maupun Airport Prince Mohammad Bin Abdulaziz Bandara Madinah sampai kembali ke tanah air.

Semua sudah termasuk dalam harga yang ditawarkan. Tidak cuma tiket pesawat, tapi hotel berbintang, makan prasmanan 3 kali sehari dengan menu Indonesia, hingga transportasi selama ziarah dan city tour semua sudah disediakan oleh biro perjalanan haji dan umroh, sehingga para jamaah cukup membawa uang saku yang tidak terlalu banyak.

Seketika apa guna nya membawa uang saku? Konsisten ada, yaitu untuk memenuhi kebutuhan sekunder yang tidak disediakan oleh hampir semua biro umroh dan haji khusus. Sebut saja (dan mungkin yang paling banyak di pikiran calon jamaah) adalah untuk membeli oleh-oleh. Hampir bisa dipastikan jamaah Indonesia, oleh kalangan pedagang di Saudi tenar dengan hobi belanjanya. Sepulang dari beribadah umroh seandainya tidak membawa oleh-oleh, maka tak komplit rasanya. Walaupun pendapat ini salah besar.

Beraneka tipe toko oleh – oleh tersebar di sekitar Masjidil Haram di Mekkah, Masjid Nabawi di Madinah, sampai Corniche Center Di Balad, Jeddah. Tasbih, minyak wangi, jam tangan, sajadah, pelbagai tipe dan bemacam harganya. Apabila berharap membeli yang murah sampai bisa menghemat uang saku dalam perjalanan umroh, carilah toko yang memanjang tulisan berlabel "everything 2 riyal" atau "everything 5 riyal".

Harganya relative sama, merupakan 2-5 riyal per item. Disana bisa ditemukan bermacam-macam variasi barang seperti tasbih, sajadah, mainan anak – si kecil, kosmetik, hingga parfum. Ada harga ada rupa, demikian rumus dalam kegiatan pedagangan pada umumnya. Jika mau membeli barang dengan kualitas yang sama, tentu saja patut merogoh kocek uang saku lebih dalam lagi.

Ada tasbih seharga 30 riyal (sekitar Rp.105 ribu). Pakaian gamis pria maupun abaya wanita mulai 30 sampai 200 riyal (Rp. 105 ribu – 700 ribu), atau barang dengan yang kualitas lazim, seharga 25-40 riyal yang rata – rata diimpor dari Tiongkok.

Oleh-oleh lain yang tak kalah menghabiskan jatah uang saku tentu saja kurma, kacang-kacangan hingga permen cokelat. Soal Harga, betul-betul variatif tergantung jenisnya. Untuk kurma ajwa (kurma Rasul) harga perkilo nya menempuh 125 riyal (sekitar Rp.400 ribu) sampai kurma yang murah sekitar 30 sampai 50 riyal per kilo nya. Jika tak berharap membeli dalam jumlah banyak, pernjualan dalam kemasan-kemasan kecil malahan tersedia.

Kebutuhan sekunder lain yang cukup menguras uang saku saat perjalanan umrah ialah pulsa ataupun membeli kartu perdana Operator Komunikasi Selama Di Tanah Suci. Memang tak ada salahnya menerapkan kartu operator lokal, sebut saja Mobily, STC, Zain, dsb dibanding dengan kartu dari Indonesia. Selain pulsa nya gampang diperoleh, memakai operator lokal saudi konon lebih hemat biaya roaming maupun paket data apabila diperbandingkan dengan operator tanah air.

Bagi yang berharap Beribadah Umroh Sambil Berwisata Masakan menikmati sajian makanan lokal khas saudi ataupun Timur Tengah pada umumnya, siapkan juga uang saku yang cukup untuk kebutuhan yang bersifat pribadi itu. Harga yang terjangkau hampir sama dengan kuliner di tanah air. Sekali makan yang tidak terlalu mewah harganya sekitar 10 sampai 15 riyal. Teh susu hangat seharga 1 riyal atau kebab dengan harga sekitar 4 riyal boleh jadi adalah favorit jamaah haji maupun umrah dari Indonesia.

Finalnya uang saku selama perjalanan umroh betul-betul bergantung dengan kesukaan ataupun keperluan calon jamaah untuk sekadar jajan mampun membeli oleh-oleh.

Jika mau membawa tunai, alangkah lebih bagus jikalau membawa pecahan 100 riyal ataupun 100 dollar, untuk sekadar mempersiapkan kebutuhan jajan hari pertama, dan sisanya bisa disimpan di bank dan Memanfaatkan Atm Selama Di Saudi, maupun dengan menukarkannya di money changer yang banyak tersebar di jalan sekitar Masjidil Haram dan Mesjid Nabawi. Pengalaman jamaah syakirawisata.com sendiri, lebih bagus membawa pecahan dollar dan menukarkan nya disana sehingga lebih praktis.



Created: 22/08/2018
Visits: 45
Online: 0