O. THE FOOLS
"Jadi..." aduh, aduh, aduh, suaranya seperti terompet melengking sandal bocah yang ditekan. "Kau adalah pengunjung dari luar Realm yang menerima undangan perjamuan dari Herrscher of Human;Ego sendiri?" begitulah kata mahluk mirip boneka dengan rambut pink dan sayap Cupid di atas meja kantor juru tulis yang lusuh, lengkap dengan mesin ketik model lama di sisinya. Boneka itu memeluk sebuah buku seperti hendak bercerita.
Tapi dia justru menarik tanganmu.
"Kemari dan duduklah, tutup matamu di hadapan meja tulis ini. Genggam mesin ketik ajaib Elysian Realm dan rasakan tiap tekanan tuts-nya pada hatimu. Seperti bermain piano!" kau mengikuti dan kesannya aneh, seakan kau duduk di mobil yang berjalan sekaligus menulis kisah yang kau tidak tahu apa-apa sebelumnya. Tatkala matamu tertutup, suara di telingamu berdesir menjadi suara perempuan dewasa yang centil.
"Dahulu kala, di sudut paling berkilau dari Elysian Realm, berdirilah Elysia’s House of Cards, sebuah tempat ajaib yang mulai dibangun sejak tahun 2017."
Kau pun membelalak, melihat kantor juru tulis berubah menjadi sebuah ... entahlah, istana?
Seorang gadis berambut pink panjang dengan gaun pengantin bersayap tengah tersenyum, memainkan piano di dekatmu. Menekan tuts dengan melodi manis. Bukankah itu kamu yang tadi duduk seperti itu, menekan tuts mesin ketik? Dan lagi, gadis itu mirip dengan boneka yang tadi.
"Ohohoho, bayangkan saja, pengunjungku yang menggemaskan—House of Cards adalah sebuah rumah kaca yang elegan, dipenuhi aroma bunga dan kilauan kristal, dirancang langsung olehku~! Elysia yang cantik bersama sahabatku, Vill-V, sang jenius yang penuh kejutan! Kami para Flame Chaser biasa bermain dan menari-nari di antara tumpukan kartu tarot yang nantinya akan dibacakan oleh Aponia atau Su, merangkai mimpi-mimpi kami, dan menciptakan keajaiban untuk semua jiwa yang haus akan petunjuk. Tentu saja masing-masing dari kami punya peran tersendiri. Vill-V dengan trik sulapnya, dan aku dengan senyum memikatku—kami adalah duet yang sempurna jika kebagian mengocok setumpuk tarot, teehee~"
Gadis pink bertelinga elf itu pasti bercanda.
"Tapi, oh, pengunjung yang manis, seperti angin yang berubah arah, Vill-V mulai bosan di tahun 2022. ‘Elysia,’ katanya dengan nada dramatis, ‘aku ingin membuat ledakan yang lebih besar di tempat lain! Di tempat dimana ada Kevin dan menjahilinya!" Dan begitulah, dia pergi meninggalkan jejak percikan api dan es, sementara aku tertawa kecil dan melambai sedih padanya. Sejak saat itu, House of Cards—yang seharusnya jadi rumah kaca nan megah—menjadi sedikit terbengkalai. Kartu-kartu berserakan, bunga-bunga layu, dan debu menari di udara. Tapi jangan salah, pesonaku tetap bersinar, hohohoho ~"
"Sekarang, di tahun 2025 ini, Elysia, Herrscher of Human;Ego yang anggun dan baik hati ini memutuskan untuk bangkit kembali! Aku menyingsingkan lengan bajuku—tentu saja dengan dibantu anak-anak manis, Griseo, Kosma, Felis, Hua, bahkan Dokter Mobius!—lalu kami mulai merapikan tempat ini. Kami bersihkan kristal-kristal, menysusun ulang kartu-kartu, dan bunga-bunga segar baru ditanam agar harumnya memenuhi udara!"
"Elysia’s House of Cards akan kembali bersinar, bukan lagi sebagai rumah kaca yang rapuh, tapi sebagai panggung megah untuk perjamuan tarot yang romantis! Bukankah begitu, pengunjungku yang manis~♪?" ♥
"Ya~! Aku yang telah mengundangmu, pengunjung yang manis, dan semua jiwa cantik lainnya untuk datang ke sini dan mengunjungiku agar aku bisa merayakan pesta kartu setiap harinya! Bayangkan—cahaya lilin yang lembut, suara kartu yang berbisik penuh rahasia, dan aku, Elysia, yang akan memandu kalian dengan senyum manis dan tatapan penuh cinta. Ini bukan sekadar membaca tarot, tapi sebuah tarian jiwa yang penuh pesona! Jadi, maukah kamu bergabung dalam perjamuan ini? Aku sudah tak sabar untuk kartu dan perjamuan! Teehee~♡" (^-^)♥





